Jumat, 29 November 2013

Jika saya bukan Ingrid Tambun

Jika saya bukan Ingrid Tambun,
mungkin saya tidak mengenal beliau,
beliau yang telah melahirkan saya,
merawat dan mendidik saya dengan cinta kasih.

Jika saya bukan Ingrid Tambun,
mungkin saya tidak mengenal beliau,
beliau yang mengajar saya,
agar senantiasa menjaga kesehatan.

Jika saya bukan Ingrid Tambun,
mungkin saya tidak mengenal mereka,
mereka yang membuatku ingin kembali ke masa kecilku,
karena mereka membuat hidupku berwarna.

Jika saya bukan Ingrid Tambun,
mungkin saya tidak menyukai kota Medan,
kota yang sudah saya tinggali di seumur hidup saya.

Jika saya bukan Ingrid Tambun,
mungkin saya tidak menjadi seorang guru,
saya mungkin tidak tahu rasanya mengajar.

Jika saya bukan Ingrid Tambun,
mungkin saya tidak akan mengenal mereka,
mereka yang selalu berada di posisi seberang,
yang selalu menyalahkan apapun yang berasal dari saya.

Tapi,
saya adalah Ingrid Tambun,
saya mengenal beliau, mereka -yang mencintai dan saya cintai-,
saya tinggal kota Medan dan saat ini menikmati dunia mengajar
saya mengenal mereka yang selalu bersekutu untuk menertawakan saya.

Dan saya bersyukur menjadi seorang Ingrid Tambun.

Medan, 131129

Selasa, 26 November 2013

Selamat Hari Guru :)

Hai Ingrid,

Happy Teacher's Day


 Selamat mengabdi. Semoga menjadi guru yang mampu menjadi teladan dan menginspirasi.

Selamat melayani,
Pendukung Utamamu :)

Selasa, 19 November 2013

Kepada Bapa

Selamat malam Bapa
Piala Kebersihan dan Kerapihan Kelas. Kami menang :)

Terima kasih untuk hidupku, kejadianku. Apa yang Engkau izinkan boleh terjadi di sepanjang hidupku, aku percaya itu semua mendatangkan kebaikan.
Penguins say cheers :)

Malam ini, aku bersyukur untuk keduapuluh Krucils yang Engkau titipkan pada kami, aku dan rekanku, untuk kami didik. Aku tidak percaya bahwa mendidik adalah panggilan yang selama ini aku cari-cari. Aku hanya percaya bahwa semuanya Engkau telah sediakan bagiku.

Dalam keterbatasanku, aku juga menemui bermacam kendala. Kiranya Roh KudusMu memimpinku untuk menghadapinya. Apa yang boleh aku kerjakan, hanya menjadi kemuliaanMu. Kiranya aku dan rekanku memiliki visi dan misi yang searah dan saling mendukung. Para Krucils juga Engkau berkati dalam kesehatannya. Engkau mengetahui bahwa mereka rentan terhadap sakit. Kiranya mereka rajin bersekolah dan apa yang kami ajarkan, dapat mereka terima. Mereka juga boleh merasakan cinta kasih kami.
We won. Cheers :)

Untuk:
1. Alvina: kiranya gadis cilik ini boleh semakin rajin belajar dan dapat menerima pengajaran.
2. Barron: kiranya boleh semakin sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat
3. Callista: kiranya boleh tenang dalam belajar, semakin patuh terhadap instruksi
4. Chelsea: kiranya keterbatasannya dalam berbahasa Inggris dan Indonesia tidak menjadi penghalangnya dalam belajar
5. Ellen: kiranya boleh rajin latihan di rumah
6. Fionna: kiranya boleh menjadi gadis cilik yang bersikap dewasa
7. Gavin: kiranya boleh rajin ke sekolah
8. Gilbert: kiranya dia tahu, seusil apapun aku kepadanya, aku sangat mengasihinya :)
9. Jovan: kiranya kecerdasannya boleh dipakai seturut kehendakMu
10. Kennrick: kiranya gerakan motoriknya boleh lebih cekatan lagi
11. Maria: kiranya semakin percaya diri dalam berbahasa Inggris
12. Nicolas: kiranya Tuhan memakai tenaga dan kecerdasannya menjadi berkat bagi sekelilingnya dan dirinya juga
13. Osmond: kiranya menjadi anak yang bijak dan patuh
14. Sion: kiranya lebih cekatan dan percaya diri
15. Terrance: kiranya semakin percaya diri dan rajin berlatih di rumah
16. Valerie: kiranya dia merasakan kasihku baginya sekalipun aku begitu sering mengusilinya :)
17. Vianca: kiranya semakin rajin berlatih di rumah
18. Vierlyn: kiranya semakin hari semakin mampu berbicara dengan jelas
19. Vincent: kiranya semakin percaya diri dan rajin belajar
20. Warrens: kiranya semakin rajin belajar, percaya diri dan tumbuh menjadi anak pemberani

Jadilah kehendakMu.
Amin

-Inge-

Senin, 18 November 2013

Rafting (checked) #2013's wishlists

Hellow universe,

Yehaiiii!!!
Yes, finally I did it. One of my 2013's wishlists was checked.

Dan pada akhirnya, saya telah melakukannya. Sejujurnya tahun ini saya ingin sekali panjat dinding. Tapi, belum ada kesempatan dan belum kesampaian.

Saya ini bukan pemberani untuk memacu adrenalin, tapi pada akhirnya saya berusaha 'membujuk' diri saya untuk melawan rasa takut. Saat arung jeram itu, justru bukan jeramnya yang buat saya ciut nyali. Saat melompat dari sebuah tebing, yang dinamakan Tebing Bohong lah, yang membuat saya merasa sukses menaklukan rasa takut saya itu.

Permulaan saya akan melompat, dari bawah tebing saya merasa tingginya tidak 'berlebihan'. Kenyataanya, saat saya berada di atas tebing tersebut, dalam hati saya berteriak "TUHAN, HAL BODOH APA YANG AKAN SAYA LAKUKAN!!" Serius, pada saat itu saya merasa tertantang sekaligus ciut seciut-ciutnya. Saya ambil kesempatan itu. Saya melompat. Dan merasakan kengerian itu (sampai saat mengetik ini, saya masih bisa merasakan adrenalin saya terpacu). Saat saya melangkahkan kaki melompat, saya berteriak kembali dalam hati "TUHAN, INIKAH RASANYA MENANTANG MAUT??!!" Saya teriak dan akhirnya mendarat dengan sukses. Hanya gaya terjun saya saja yang kurang oke. Kurang fotogenik. Haghaghag. Halah.
Let's go!!!
Here we are. Naik mobil pick up ke hulu. Dan ayo lompat!
Saya ketagihan, setelah mendarat di air dan berenang ke batuan terdekat, saya ingin mencoba kedua kalinya. Saya naik ke puncak lagi dan melakukannya lagi. Kali ini saya tetap merasa ciut melihat pemandangan dari atas ke bawah, dimana arus air mengalir. Saya melompat dan kembali berteriak dalam hati "TUHAN ,SAYA MEMANG BODOH" melanjutkan pernyataan awal saya tadi. Haghaghag.

Row row row your boat, gently down the stream!
Ki: Lompatan pertama: Ka: Lompatan kedua
Saya sungguh bersyukur atas kegiatan keakraban yang diadakan di sekolah tempat saya mengajar. Saya bersyukur telah mencentang satu dari banyak keinginan yang ingin saya wujudkan di tahun 2013. Tuhan mewujudkannya.

Kemarin, ketika saya mengetik daftar keinginan saya, saya masih bekerja di Binjai. Ternyata, semakin dekat belum tentu jodoh. Haghaghag.

Salam adrenalin,
Inge

Kamis, 31 Oktober 2013

Kamu yang cantik, selamat bertambah usia :)

Hai kamu yang cantik,

Ingat kapan foto ini diambil?
Satu November adalah harimu, di mana Tuhan menitipkanmu di tengah-tengah keluarga Tambun/ br. Sinaga, duapuluhdua tahun yang lalu. Waktu itu, aku tidak ingat bagaimana kamu hadir menjadi bagian dari hidupku. Aku masih terlalu kecil. Aku hanya dapat mengetahui keadaan itu melalui selembar rekaman cahaya. Kamu menambah meriah rumah kita.

Kita tumbuh bersama, tidak pernah berpisah jarak. Manis dan asemnya rasa persaudaraan kita rasakan. Itu yang akan kita kenang nantinya. Haghaghag. Masa yang akan kita kenang selalu. Kamu tahu kisah-kisah kita.

Ingat keisengan Asima yang ini?
Hai kamu yang cantik, aku berdoa untukmu. Semoga senantiasa sehat selalu. Agar kamu dapat melakukan segala sesuatu yang DIA tugaskan kepadamu. Semoga senantiasa diberi sukacita, agar setiap kesulitan yang kamu hadapi tidak melemahkanmu. Semoga senantiasa diberkati dalam segala yang kamu lakukan dan itu boleh menjadi berkat bagimu dan sekitarmu. Semoga harapanmu atas cita dan cinta, dijawab Bapa seturut kehendaknya.

Novi Monalisa Anastasia Tambun, S.H
Dengan ito, Samuel Tambun

Senyum manis :)
Bule nyasar
Hai kamu yang cantik, ini hanyalah potongan kata yang singkat. Tapi ketahuilah, kami, bapak-mama-kakIng-bangSam-Cima, akan selalu membawamu dalam doa. 

Our memory
Hai kamu yang cantik, Novi Monalisa Anastasia Tambun, S.H, kiranya hidupmu menjadi pelita. Bersinarlah bagi DIA, Penciptamu.

Pelukku,
-kakIng-

Rabu, 23 Oktober 2013

Noted

Biasakan lakukan hal yang benar bukan membenarkan hal yang biasa dilakukan
-Alm. dosen Komunikasi Antar Pribadi- 

Selasa, 15 Oktober 2013

Cerita malam

Heloha Indonesia,

malam ini saya belum mengantuk, maka saya mencoba membagi satu hal yang terjadi di hari ini.

Lucu rasanya karena saya bisa memberi jawaban logis atas pertanyaan 'Kapan undangannya?' yang ditujukan kepada saya saat menghadiri pesta pernikahan teman sepelayanan sekaligus adik. Saya lalu menjawab 'Ini lagi seleksi dan eliminasi. Tenang aja, setelah itu resepsi. Kalau ga sabar juga, ya udeh datang aja bulan April ya' Saya tersenyum.

Tanpa disadari, kita hampir selalu dikelilingi oleh pertanyaan orang di sekeliling kita yang butuh pembuktian. Kemarin kuliah, ditanya kapan tamat, kapan kerja, trus kapan nikah, setelah itu kapan punya anak, selanjutnya kapan punya cucu. Semoga aja ga ada yang tanya kapan meninggal.

Orang yang menjadi target pertanyaan itu, pasti berusaha memberikan pembuktian atas kebutuhan jawaban orang lain.

Saya coba memahami bahwa mereka bertanya sebagai bentuk perhatian. Walaupun tidak melulu setelah bertanya dapat membantu kita mencari solusi. Paling males, kalau yang tanya sekedar basa-basi yang nantinya bikin eneg.

Dan bicara mengenai pernikahan yang sering dianggap sebagai sebuah akhir, harus dikoreksi. Justru, pernikahan adalah langkah awal yang harus dilalui dan akan disebut akhir yang bahagia, jika mampu mempertahankannya hingga maut memisahkan.

Terkadang, kita sering menjadikan pernikahan adalah sebuah solusi atas setiap pertanyaan yang diajukan orang lain. Namun, alangkah baiknya itu terjadi karena itu merupakan bagian dari kebutuhan kita.

Peluk hangat.
Inge

Noted

Sometimes we miss the moment, not the person
-idk-

Senin, 30 September 2013

September ceria

Heloha,

September tahun 2013 ini adalah September ceria. Ceria bukan berarti hanya karena ada sesuatu yang menyenangkan, tapi karena saya tahu Tuhan senantiasa menyertai langkah saya, dan begitu juga kamu, orang-orang yang dikasihi :)

September ini adalah bulan kami, pemuda pemudi Methodist untuk melakukan kunjungan rohani, bertemu dengan saudara pemuda pemudi di Wesley Methodist Church di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 6-8 September 2013. Pastinya ini merupakan hal yang sangat memberi sukacita bagi kami semua. Banyak persiapan yang telah dilakukan baik materiil dan juga berbagai latihan untuk memberi pelayanan melalui koor dan tarian. Kami percaya ini semua bukan karena kuat kuasa kami, tapi karena kemurahan Bapa.

Kiranya kenangan melalui foto-foto ini mengingatkan kami akan kebersamaan dan sukacita yang boleh dirasakan.

Atas: Persiapan di Medan; Bawah: Briefing sebelum pelayanan di WMC

Atas: Foto bersama WMYF; Bawah: Kami membawakan tari Tortor

Atas: WMYF mengadakan 'ice breaking time'; Bawah: Berfoto setelah games :)

Atas: Berfoto usai pelayanan di kebaktian berbahasa Melayu; Bawah: We are blessed youth :)

Atas dan Bawah: Di salah satu Gereja Methodist di depan hotel :)
Banyak hal yang kami, khususnya saya peroleh dalam kegiatan ini. Proses persiapan keberangkatan ke Kuala Lumpur dan kepulangan ke Medan, memang tidak selalu berjalan mulus. Tapi, Allah bekerja dalam segala hal :)

Tuhan memberkati kita semua.

Salam,

Ingrid Tambun

Sabtu, 31 Agustus 2013

Hari terakhir di bulan Agustus

Selamat malam Minggu,

Agustus hanya tinggal dalam hitungan detik. Tapi, perjalanan di bulan ini akan selalu di hati. Semoga September akan menjadi perjalanan yang berkesan.

Berikut petikan momen di bulan Agustus:

1. Tujuh Belasan di sekolah bersama krucils :)

Ini bagian dari kebahagiaan itu :)
We were celebrating the 17an :)
2. Tujuh Belasan dengan P3MI Kasih Karunia Medan

Pemuda Methodist punya acara :)
Dan semoga kemerdekaan itu bukan hanya wacana dan acara pesta semata. Lebih dari itu, semoga Indonesia dipulihkan menjadi bangsa yang dipakai untuk kemuliaan namaNya. Amin.

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." (Yeremia 29:7)

Peluk hangat,
Ingrid Tambun