Tampilkan postingan dengan label Noted. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Noted. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Januari 2014

Amin

Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan.
Mazmur 66:19

Rabu, 23 Oktober 2013

Noted

Biasakan lakukan hal yang benar bukan membenarkan hal yang biasa dilakukan
-Alm. dosen Komunikasi Antar Pribadi- 

Selasa, 15 Oktober 2013

Noted

Sometimes we miss the moment, not the person
-idk-

Selasa, 07 Mei 2013

Let's smile people :) Life is beautiful

Rabu, 01 Mei 2013

Welcome May :)



Hello May,

Selamat datang hari baru, bulan baru. Saya menyambutmu dengan semangat positif.Maka, kutipan bijak di atas dari sepupu, kalimat yang baik mengawali bulan.

Selamat 'May'njalani :)

Peluk,
Ingrid Tambun

That's true people :)

Be happy :)

Kamis, 18 April 2013

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula

I think so

Haters don't really hate you, they hate themselves; because you're a reflection of what they wish to be

-idk-

Rabu, 17 April 2013

Mengalahkan diri

Kamis, 11 April 2013

Noted

Choose a job you love and you will never have to work a day in your life

-Confucius-

Rabu, 03 April 2013

Noted

You are the same today that you are going to be in five years from now except two things: the people with whom you associate and the books you read.

-Charles Jones-

Rabu, 27 Maret 2013

Agree

Setuju

Respon yang tepat








Menggelitik :)

Shine :)

Smile :)

Noted

Tuhan memakai orang di sekeliling kita agar pribadi kita bisa 'naik kelas' dan menyenangkan hati semua orang akan membuat kita terlihat konyol karena bukan itu tujuan utama kita berada di dunia ini.

-Rolasia-

Minggu, 24 Maret 2013

Sebatas ide



DEG! ini kalimat menyentil saya. Semalam dan tadi pagi dalam perjalanan menuju tempat tes bahasa, saya mengeluhkan kepada teman saya bahwa begitu banyak ide di otak saya dan dia yang cuma sebatas ide, namun, belum pernah coba direalisasikan. Ya, cuma sebatas ide saja. Berhasil atau enggaknya kita tidak tahu, karena tidak dicoba. Banyak alasan yang dikeluarkan oleh masing-masing kami untuk membenarkan diri, bahwa kami tidak melakukannya hanyalah karena tidak tahu harus mulai dari mana.

Konyol memang. Kami menyadari itu adalah kelemahan kami. Seseorang yang telah berhasil melakukan idenya, kami yakini tidak langsung berhasil, tapi pernah mengalami kegagalan dalam mewujudkan ide yang ada di pikirannya. Lalu, kalau hingga saat ini kami bertanya dari mana kami harus melangkah, siapakah yang dapat menuntun kami?

Salam,
Ingrid Tambun